Kisah Lidah Buaya

Jakarta Green Monster :: Rabu, 19/08/2009, 16:17 WIB

“Beda ya tenyata tanaman yang diberi kompos dengan yang tidak,” ujar Narman,  ketua RT 8 menunjukkan dua pot Lidah buaya yang dia tanam dengan media tanam yang berbeda. Kompos yang mereka hasilkan ternyata dijadikan percobaan sederhana dengan menggunakan dua pot yang berisi tanaman lidah buaya tersebut.  Menyenangkan setelah, kurang lebih dua bulan tidak berkunjung ke wilayah Kapuk Muara, ternyata warga RT 8 masih menggunakan tempat pengelolaan sampah komunal mereka.  Meskipun mesin pencacah sampah organik terpaksa teronggok tidak terpakai karena ada kerusakan di bilah pencacahnya.

RT 8 merupakan tempat yang selama ini menjadi tempat Jakarta Green Monster bekerja sama untuk pengelolaan sampah komunal.  Dari informasi Riki, salah seorang pemuda RT tersebut yang mengawali kegiatan pengelolaan sampah komunal di sana mengatakan bahwa saat ini mereka telah sekita dua kali menjual sampah plastik yang mereka kumpulkan.  Hasilnya dijadikan sebagai insentif bagi pengumpul sampah di RT tersebut.

Meskipun tempat pemilahan sampah yang dipasang kurang berfungsi sebagaimana mestinya, namun bangga dan haru muncul ketika mengetahui walaupun hanya digerakkan oleh beberapa orang saja, pembuatan kompos adan tempat pengelolaan sampah komunal masih dipergunakan. (k-v)

Sharing Artikel:
  • Print this article!
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google Bookmarks
  • E-mail this story to a friend!
  • Live
  • MyShare
  • MySpace
  • Turn this article into a PDF!
  • RSS
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
  • Yahoo! Buzz
Kategori Artikel : Artikel, Headlines

Leave a Reply